Tugas Softskill Bahasa Inggris #2 Pertemuan Minggu Ke-3 by Rifqi Ramadhan on Scribd
Selasa, 30 Mei 2017
Minggu, 19 Maret 2017
Minggu, 08 Januari 2017
Minggu, 13 November 2016
[Tugas Individu] - Pelanggaran Etika Periklanan Pompa Air Shimizu
Kasus Iklan Pompa
Air Merek Shimizu
Setiap hari secara sadar atau tidak sadar kita
selalu berhadapan dengan iklan. Mulai di jalanan, koran, radio, televisi,
maupun internet. Salah satu media paling efektif untuk beriklan adalah televisi
karena dapat menstimulasi penonton tentang produk yang diiklankan. Namun,
beriklan menggunakan media televisi membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena
itu, perusahaan harus membuat iklan semenarik mungkin agar produk yang
ditawarkan semakin laku. Tapi, bukan dengan menghalalkan segala cara untuk
beriklan dan seharusnya tidak melanggar etika periklanan. Namun, apakah semua
orang tahu etika periklanan? Misalnya perusahaan iklan, mereka selalu berusaha
membuat iklan kreatif dan unik. Ketika iklannya tidak disukai masyarakat,
perusahaan akan diserang karena membuat iklan yang tidak bermutu atau tidak
etis. Padahal letak tidak mutu atau tidak etisnya mereka tidak bisa menjelaskan
atau sebaliknya. Hanya dikarenakan satu hal, mereka tidak tahu. Ada beberapa
aturan EPI (Etika Periklanan Indonesia) yang diterbitkan oleh PPPI (Persatuan
Perusahaan Periklanan Indonesia) yang dapat diakses di www.pppi.or.id
Iklan pompa air Shimizu ini berdurasi 30 detik.
Dalam iklan tersebut sangat terlihat bahwa dalam iklan tersebut menyuguhkan
sensasi erotis yang cukup menantang. Iklan ini diawali seorang wanita yang
memakai pakaian tidur dengan belahan dada terbuka merengek kepada pasangannya.
“Kalo nggak mancur terus kapan enaknya,” katanya disertai dengan mimik yang
menggoda. Model seksi yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu
kemudian pergi ke sebuah mall Selanjutnya, wanita tersebut pergi ke mall dan ia
ditawari obat kuat lelaki oleh seorang penjual. Namun, ia justru datang ke toko
pompa air, pedagang di toko tersebut kemudian menawari pompa air merek Shimizu
kepada wanita tersebut. Puncaknya, tawar-menawar yang dibumbui kalimat yang
kurang senonoh pun mengalir, tanpa basa-basi. Menariknya lagi, sambil
mempromosikan mesin pompa air Shimizu-nya, ada pemandangan menarik pada latar
belakang pengambilan gambar itu. Ya, sebuah papan iklan lengkap dengan sepasang
kekasih yang coba mengamati. Singkatnya, usai memasang pompa air Shimizu itu,
si gadis cantik itu terlihat menari kegirangan, ditandai lekukan tubuhnya yang
aduhai. Dalam bagian terakhir iklan itu, cewek itu disirami air oleh
pasangannya. Kemudian gadis tersebut berkata,“Basah deh,” disertai dengan wajah
yang menggoda.
Dalam kasus periklanan yang bermasalah, saya
mengambil contoh iklan pompa air Shimizu. Iklan pompa air ini menurut sara
mengandung unsur SARA yang melanggar kesopanan. Dalam iklan terdapat adegan
seorang wanita yang sedang mencari obat kuat, namun dia ditawari pompa air.
Kemudian, dengan wajah menggoda wanita tadi disiram air oleh pasangannya. Iklan
ini dikhawatirkan membuat para penonton khususnya anak-anak dan remaja
berpikiran kotor setelah melihat iklan ini. Padahal dalam EPI dijelaskan secara
jelas bahwa “iklan harus disajikan dalam bahasa yang bisa dipahami oleh
khalayak sasarannya, dan tidak menggunakan persandian (enkripsi) yang dapat
menimbulkan penafsiran selain dari yang dimaksudkan oleh perancang iklan
tersebut’.
Dari kasus di atas, bukan hanya KPI dan BPP yang
aktif. Tetapi masyarakat juga harus kritis memberi masukan atas semua tayangan
yang disiarkan termasuk iklan. Jika terdapat teguran, pihak televisi harus
mengevaluasi dan biro iklan harus membuat iklan sesuai dengan etika periklanan.
Tak ada peraturan yang sempurna, diharapkan semua pihak tahu bagaimana iklan
yang baik itu.
Sabtu, 15 Oktober 2016
Jumat, 14 Oktober 2016
Jumat, 17 Juni 2016
Bahasa Indonesia 2 - Resensi Novel Edensor
A. IDENTITAS
BUKU
Judul
: Edensor
Pengarang
: Andrea Hirtaa
Penerbit
: PT Bentang Pustaka
Tahun
Terbitan : 2007
Tebal
Buku : xii + 290 halaman
Harga
: Rp44.500,-
Ukuran
Buku : 20,5 cm x 14 cm
B. SINOPSIS
Edensor mengambil latar di luar negeri saat
tokoh-tokoh utamanya, Ikal dan Arai mendapat beasiswa dari Uni Eropa untuk
kuliah S2 di Perancis. Dalam Edensor, Andrea tetap dengan ciri khasnya,
menulis kisah ironi menjadi parodi dan menertawakan kesedihan dengan balutan
pandangan intelegensia tentang culture shock ketika kedua tokoh utama
tersebut yang berasal dari pedalaman Melayu di Pulau Belitong tiba-tiba
berada di Paris. Mimpi-mimpi untuk menjelajah Eropa sampai Afrika dan
menemukan keterkaitan yang tak terduga dari peristiwa-peristiwa dari masa lalu mereka
berdua.Dan pencarian akan cinta sejati menjadi motivasi yang menyemangati
penjelajahan mereka dari bekunya musim dingin di daratan Rusia di Eropa sampai
panas kering di gurun Sahara.
C. KEKURANGAN
Novel ini menurut saya sudah mendekati sempurna, hanya saja
kekurangannya hanya pada kertas yang dipakai masih berupa kertas buram sehingga
kurang awet.
Gaya bahasa yang digunakan sedikit sulit untuk dipahami oleh
pembaca.
Ada beberapa kata-kata yang tidak dimengerti maknanya oleh
para pembaca sehingga membuat para pembaca sedikit bingung.
D. KELEBIHAN
Penulis dapat dengan kritis menyambungkan
cerita-cerita tersebut dengan isu-isu perihal sains, ekonomi, musik, ataupun
yang lain, sehingga pembaca secara tidak langsung dapat menambah wawasan mereka
pada saat membacanya.
Nama tempat beserta waktu kapan penulis datang
mengunjungi tempat itu, tertulis dengan sangat akurat, sehingga dapat dihitung
sebagai fakta yang jelas dan dapat diterima dari cerita-cerita tersebut.
Penulis dapat dengan kritis menceritakan budaya-budaya negara lain dalam buku ini, sehingga pembaca dapat mengetahui budaya-budaya negara lain serta belajar bersifat kritis dalam hal mengambil hal-hal positif yang dapat diambil dari budaya-budaya negara lain ataupun menolak hal-hal negatif dari budaya-budaya negara lain.
Novel ini sangat cocok dibaca oleh berbagai kalangan
khususnya para remaja. Buku ini mampu memberikan motivasi yang baik untuk tetap
bersemangat dalam menjalani hidup. Prestasi Ikal dan Arai yang mendapatkan
beasiswa S2 di Paris bisa menjadi pemacu semangat berprestasi yang baik untuk
para pelajar Indonesia.
Selasa, 31 Mei 2016
Kamis, 26 Mei 2016
Jumat, 13 Mei 2016
Langganan:
Postingan (Atom)